FLP Ranting Unismuh Kukuhkan Anggota Baru.

FLP Unismuh Makassar mengukuhkan anggota baru di Tanjung Bayang 19-20 September 2017. Mengusung tema 'Kepakkan Sayap Aksara, Menembus Batas Angkasa', kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta. Tampak mantap dari suara para peserta mengikuti ikrar yang disampaikan oleh ketua FLP Cabang Makassar, Muhammad Hidayat.

"Pengukuhan anggota baru FLP Ranting Unismuh ini menjadi bukti bangkitnya kembali gerakan literasi di Unismuh Makassar yang sebelumnya FLP Ranting Unismuh vakum beberapa tahun, diharapkan karya-karya emas bersakala lokal, Nasional, dan Internasional dapat lahir dari peserta TOWR," Ujar Irfandi, Ketua FLP Ranting Unismuh.

Pengukuhan FLP Ranting Unismuh dihadiri Pengurus Cabang Kota Makassar dan beberapa perwakilan pengurus FLP Ranting di Kota Makassar.

Sekolah Menulis Kedua FLP UIN Alauddin, Ini Kata Asriady

Sabtu, 25/11/17, Sekolah Menulis kembali digelar oleh FLP Ranting UIN Alauddin Makassar. Kegiatan yang bertempat di kampus 2 UIN Alauddin Makassar, kali ini menghadirkan Muhammad Asriady, Penulis buku 'Sepercik Inspirasi untuk Nurani' sekaligus Pengurus FLP Wilayah Sulawesi Selatan. Sekolah Menulis kedua ini dihadiri oleh 25 peserta.

Pada Sekolah Menulis kali ini, Asriady berpesan untuk banyak membaca buku. "Membaca buku berarti membaca dunia, membaca buku berarti mengenal dunia, membaca buku berarti kita akan mendunia," tutur Asriady.

Dengan digelarnya sekmen kali ini pengurus berharap minat terhadap membaca dapat menggugah semangat membaca anggota. 
Sebab bagi seorang penulis membaca adalah bahan bakar untuk menulis.

'Kado Untuk Senja' Eratkan Ukhuwah Antar Anggota FLP UNHAS

Sabtu, 25 November 2017, tepatnya saat mentari mulai dilumuri warna jingga pukul 16.00 WITA, FLP Unhas melaksanakan kegiatan Kado untuk Senja. Tempatnya di teras taman Universitas Hasanuddin. Pengurus dan anggota baru yang jumlahnya 12 orang datang dengan membawa kado yang nantinya akan terkuak bahwa di tiap kado tersebut ada cerita-cerita mereka. Kado yang dibawa berupa makanan ringan yang akan dimakan bersama sepanjang senja. Tiap kali satu kado dipilih, maka pemilik kado harus menyajikan hadiah utamanya, yaitu sebuah cerita.


Dalam kegiatan Kado untuk Senja ini, FLP Unhas berbagi cerita haru mereka tentang kehilangan, kegagalan, usaha, sahabat, hingga lilin kecil. Cerita haru itulah yang nantinya akan terus menemani turunnya mentari dan perginya senja. Pukul 17.30 WITA, semua kado sudah habis, cerita sudah didengar, dan senja mulai berlalu bersamaan dengan berakhirnya kegiatan Kado untuk Senja. (Muliana, Pengurus FLP Ranting UNHAS)

FLP Ranting UIN Alauddin Gelar Sekolah Menulis Perdana

Setelah sukses melaksanakan Training of Writing and Recruitment (TOWR) V pekan lalu, Forum Lingkar Pena (FLP) Ranting UIN Alauddin Makassar kembali menggelar Sekolah Menulis pada Ahad, 19 November 2017 di Kampus 2 UIN Alauddin Makassar, Samata.
Adapun pemateri yang diundang yaitu Ainun Jariah (Penulis buku Senandung Rindu, Rindu di Tepi Senja dan Aku Perempuan) dan M. Galang Pratama (Penulis Buku The Poetic Critique dan Ketika Senja Mula Redup).

Anggota ToWR V yang datang terbilang banyak menghadiri Sekolah Menulis. Tema yang diusung, “Yang Muda yang Berkarya” cukup membuat mereka sangat antusias.

Besar harapan FLP Ranting UIN Alauddin agar semangat yang ditularkan oleh kedua pemateri tidak hanya sebatas untuk menyemangati anggota, tetapi semangat itu juga terimplementasi dalam bentuk nyata, melahirkan sebuah karya.

Adakan Kelas Menulis Esai, Begini Kata Ketua FLP UNHAS


Forum Lingkar Pena Ranting Universitas Hasanuddin  laksanakan kelas menulis esai atau yang disingkat SekMen pada hari Sabtu, 18 November 2017 di taman baru teras Universitas Hasanuddin .

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan lanjutan dari Trining Of Writing Recruitment (TOWR) puncak yang ke VII  yang sengaja dilaksanakan lebih awal.

Sekolah menulis esai Ini merupakan sekolah menulis pekan ketiga setelah dua pekan sebelumnya telah dilaksanakan sekolah menulis puisi dan cerpen. Sekolah menulis kali ini, menghadirkan Fathul Khair Tabri sebagai pemateri yang juga merupakan Ketua Forum Lingkar Pena Ranting Universitas Hasanuddin periode kepengurusan 2017-2018 dan dihadiri oleh 13 peserta dari TOWR VII.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 15:30 WITA sampai dengan pukul 18:00 WITA. Jika pekan sebelumnya sekolah menulis dilaksanakan di Pelataran Baruga A.P. Pettarani Unhas, Kali ini konsepnya berbeda, yakni panitia memilih taman teras Unhas sebagai lokasi dilaksanakannya sekolah menulis karena panitia mengganggap taman teras unhas ini sangat sesuai dengan tema yang diangkat pada sekolah menulis esai yakni “Kembali ke Alam” dengan pertimbangan menurut panitia lokasi ini yang sangat strategis dikarenakan selain tempatnya yang rindang juga sejuk sehingga peserta dapat lebih enjoy saat menerima materi. 

Saat menyampaikan materi, Fathul Khair Tabri yang juga telah beberapa kali menjuarai kompetetisi Esai Tingkat nasional ini, menyampaikan bahwa “Esai pada dasarnya adalah menuliskan argumentasi dengan tidak mengesampingkan data yang akurat. Adapun beberapa trik dan tips menulis esai yang terdiri dari: Menyusun konsep, memilih tema, mengembangkan ide, menuliskan paragraf dan memberikan sentuhan terakhir. Esai sangat dianjurkan untuk dipelajari bagi civitas akademika.” Paparnya. Dia juga bepesan bahwa kader-kader dari FLP Unhas jangan hanya fokus mengembangakan bakatnya dalam bidang peulisan fiksi saja, namun bidang penulisan non fiksi seperti esai dan karya ilmiah pun harus tetap diasah, keduanya harus berjalan berinringan.

Sekolah  menulis esai tersebut ditutup dengan foto bersama antara peserta, panitia dan juga pemateri yang telah hadir. Sekolah menulis yang dilaksanakan oleh Forum Lingkar Pena Ranting Universitas Hasanuddin ini, bertujuan untuk melatih dan mengasah kemampuan menulis dari para peserta TOWR VII, baik itu tulisan dalam bentuk fiksi maupun non fiksi. Tidak hanya itu kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya dari FLP Ranting Unhas untuk tetap membumikan literasi di kampus merah (Universitas Hasanuddin)


Penulis : Muliana Mursalim (Koordinator Divisi Dakwah dan Syiar FLP Ranting UNHAS)

106 Mahasiswa UIN Alauddin Jadi Kader Baru FLP UINAM

Forum Lingkar Pena (FLP) Ranting UIN Alauddin Makassar menggelar Training Of Writing and Recruitment (TOWR) V di gedung Lecture Teather Kampus II UIN Alauddin Samata, Gowa, Minggu (12/11) kemarin.

Kegiatan dalam rangka merekrut anggota baru ini dilaksanakan sebagai realisasi program kerja tahunan FLP UIN Alauddin. Sebanyak 130 calon peserta mendaftarkan diri. 118 orang di antaranya dinyatakan lolos tahapan awal, berupa seleksi berkas, ke tahapan selanjutnya yaitu tes wawancara.

Seleksi dilakukan hingga menyisakan 106 orang, yang secara otomatis tercatat sebagai peserta TOWR. Kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara yang andal di bidangnya.

Masing-masing Muhary Wahyu Nurba, Sastrawan sekaligus Penyair Sulawesi Selatan, Batara Al-Isra, Pengurus FLP Cabang Makassar, serta Rahmawati Latief, selaku pembina FLP UIN Alauddin, yang juga berprofesi sebagai dosen Penulisan Kreatif di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua FLP Wilayah Sulawesi Selatan, Fakhruddin Ahmad. Ia turut berbagi motivasi menulis dan ilmu kepenulisannya di depan peserta TOWR.

Ada pun Nurjannah, selaku Ketua FLP UIN Alauddin mengatakan, orang-orang yang telah memantapkan hatinya untuk bergabung di FLP adalah mereka yang telah siap menjadi seorang penulis yang mencerahkan.

"Istiqomah dan tidak menjadi kader lari. Seperti tema besar pada kegiatan kali ini 'Time To Be A Writer'," katanya via rilis, Senin (13/11).

Nurjannah berharap FLP Ranting UINAM ke depannya akan menjadi lebih baik dan bisa melahirkan penulis-penulis yang mencerahkan, mampu berbakti, berkarya, dan berarti. 


Sumber: http://fajaronline.co.id/2017/11/13/106-mahasiswa-uin-alauddin-jadi-kader-baru-flp-uinam

Inilah Pesan Edi Sutarto Buat Pengurus Baru FLP Cabang Makassar

"Jadilah pengurus yang hebat. Jadilah penulis yang hebat," kata Edi Sutarto, Dewan Pembina FLP Sulawesi Selatan pada Pengurus FLP Cabang Makassar 2016/2018. Hal itu ia sampaikan pada acara Training of Trainer FLP Makassar di Ruang Multimedia, Sekolah Islam Athirah. Kegiatan yang diadakan pada Minggu, 5 Februari 2017 itu juga merupakan rangkaian dari Pelantikan FLP Cabang Makassar 2016/2018. Selain itu, acara ini dihadiri oleh Ketua FLP Sulawesi Selatan, Fakhruddin Ahmad dan Pengurus FLP Pusat, S Gegge Mappangewa.

Dalam sesi pemaparan materi, Edi Sutarto, Penulis Buku 'Pemimpin Cinta' mengatakan, bahwa setiap pengurus FLP perlu mengubah mindset berpikir dalam melihat tujuan. Bahwa tujuan masuk FLP tidak cukup hanya karena alasan ingin belajar menulis atau mengekspresikan bakat. Akan tetapi, tujuan FLP agar dapat menggerakkan bangsa Indonesia menjadi lebih beradab dari tahun ke tahun.

Lebih lanjut, Kandidat Doktor UNJ itu menganalogikan bahwa FLP saat ini bagaikan kapal yang diterjang ombak besar. Tantangan FLP dalam dunia sastra sangat banyak. Edi Sutarto meresahkan dengan adanya sastra yang kurang mendidik di masyarakat. Oleh karena itu, FLP harus lebih produktif dan meningkatkan kapasitas berkaryanya. 

Saat ini, FLP Cabang Makassar diketuai oleh Muhammad Hidayat. Dayat, sapaan akrabnya berharap semoga FLP semakin baik dari waktu ke waktu.